SUNGAI EUFRAT, GUNUNG EMAS, DAN HARI KIAMAT

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda,'' Sudah dekat suatu masa di mana sungai Eufrat akan menjadi surut airnya lalu ternampak perbendaharaan daripada emas, maka barang siapa yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun daripada harta itu.'' (HR Bukhari Muslim) .

LAPANGAN TERBANG DI MALDIVES HANYA 2 METER DARI PARAS LAUT.

Pelancong yang terbang ke Maldives pasti ramai yang tidak tahu tentang lapangan terbang Ibrahim Nasir yang digunakan untuk menjadi tempat pendaratan landasan kapal terbang yang terletak hanya dua meter di atas paras laut.

BARCELONA MARA KE SUKU AKHIR

Gol pada babak kedua daripada Lionel Messi dan Dani Alves membolehkan Barcelona menempah tempat dalam suku akhir Liga Juara-juara buat kali ketujuh berturut-turut setelah menewaskan Manchester City 2-1 di Camp Nou semalam.

REALITI SOSIAL

TALIAN Neorealism merupakan satu aliran perfileman yang mula diperkenalkan sekitar lewat tahun 1940-an sehingga tahun 1950-an selepas berakhirnya Perang Dunia Ke-2. Gerakan ini mula diperkenalkan di Itali.

PENDAPAT TENTANG SKYRIM

Setelah menghabiskan kira-kira 32 jam dengan Skyrim, saya kini berhenti sebentar daripada game ini. Bagi sebuah game dengan konsep open-world yang sangat hangat diperkatakan,.....

RESEPI KEK : KEK GULUNG

KEK GULUNG POLKA DOT

Outbrain

Memaparkan catatan dengan label Agama. Papar semua catatan

3 jenis manusia cinta kepada Nabi Muhammad

3 jenis manusia cinta kepada Nabi Muhammad

1) Cinta Abu Lahab kepada Nabi

Abu Lahab cintakan insan yang bernama Muhammad sejak bayi. Malah dialah antara orang yang bergembira dengan kelahiran Nabi. Sejurus kelahiran bayi mulia itu, Abu Lahab lah yang menaja ibu susu bernama Thuwaibah yang merupakan hambanya kepada bayi tersebut. Sejak kecil hingga Baginda Muhammad sallAllahu `alaihi wa sallam dewasa, Abu Lahab tiada masalah dengan Baginda. Tetapi apabila Nabi Muhammad sallAllahu `alaihi wa sallam mengumpulkan ahli keluarga untuk mengajak kepada mentauhidkan ALLAH dan berserah diri kepadaNYA, Abu Lahablah dengan kelancangan mulutnya telah mencelaka Baginda dan pelbagai usaha dilakukan bagi mengagalkan dakwah Nabi (baca sini). ALLAH tidak redha dia. Ke neraka dia akhirnya!

Cinta jenis begini ada sejak dahulu sampai sekarang. Manusia-manusia jenis ini mengaku cintakan Nabi, tetapi dalam masa yang sama, merekalah juga yang membangkang dan menentang usaha-usaha untuk membawa ajaran Islam ke dalam masyarakat. Mereka sama seperti Abu Lahab.

2) Cinta Abu Talib kepada Nabi

Abu Talib cintakan kepada Muhammad sallAllahu `alaihi wa sallam. Malah dia telah bela dan lindungi Nabi sejak kecil sampailah Abu Talib sendiri meninggal dunia pada usia sekitar 80 tahun (kurang-lebih). Tetapi apabila Nabi Muhammad sallAllahu `alaihi wa sallam mengajak Abu Talib agar mentauhidkan ALLAH dan berserah diri kepadaNYA, Abu Talib memberikan banyak alasan. Abu Talib tidak terima dakwah Nabi, tidak ikut ajaran Nabi dan dalam masa yang sama tidak pula dia menentang dan membangkang. ALLAH tidak meredhai dia. Ke neraka dia akhirnya!

Cinta jenis begini juga ada sejak dahulu lagi. Mereka mengaku mencintai Nabi Muhammad sallAllahu `alaihi wa sallam, bahkan jika nama Nabi dihina dan imej Nabi diperlekeh, mereka akan bangkit membela dan menyatakan ketidakpuashatian. Tetapi malangnya, ajaran-ajaran Nabi tidak pula dihayati dan diambil sepenuhnya. Mereka tidak kisah akan ajaran Nabi. Mereka sekadar cinta sahaja. Mereka persis Abu Talib.

3) Cinta Abu Bakr radhiAllahu `anhu kepada Nabi

Abu Bakr radhiAllahu `anhu cintakan Nabi Muhammad sallAllahu `alaihi wa sallam. Beliau bukan setakat cinta, bahkan bela, lindung dan berkorban untuk Nabi. Dan yang lebih istimewa dan bermakna ialah beliau ikut seruan Nabi Muhammad sallAllahu `alaihi wa sallam 100%. Bahkan setelah Baginda Nabi wafat, beliau terus sambung perjuangan dakwah Nabi untuk mentauhidkan ALLAH dan berserah diri kepadaNYA. Sejak hidup lagi beliau sudah dijamin masuk ke Syurga. ALLAH redha beliau. Dan ke Syurgalah tempat akhir beliau radhiAllahu `anhu.

Cinta jenis ini juga telah ada sejak dahulu sampai sekarang. Mereka ini mencintai Nabi Muhammad sallAllahu `alaihi wa sallam sepenuh hati dan sentiasa berusaha untuk menghayati semua ajaran-ajaran Nabi. Para sahabat Nabi, tabi`in, tabi`ut tabi`in, orang-orang soleh selepas zaman mereka sampailah hari ini sentiasa menjadi penerus kepada dakwah Nabi Muhammad sallAllahu `alaihi wa sallam. Bukan sahaja dipraktikkan kepada diri sendiri dan keluarga, bahkan mereka menyebar-nyebarkan ajaran Nabi yang mulia. Mereka tetap di atas jalan Nabi walaupun persekitaran mereka memilih sebaliknya. Cinta mereka kepada Nabi persis seperti Abu Bakr radhiAllahu `anhu, iaitu cinta Nabi dan ikut serta taat kepada ajaran Nabi Muhammad sallAllahu `alaihi wa sallam.

Cinta kita kepada Nabi Muhammad sallAllahu `alaihi wa sallam cinta yang macam mana?

Ayuh kita sama-sama muhasabah supaya akhir tempat kita ialah ke Syurga dan ALLAH redha kita, amin…

*Sumber dari dirihamba.blogspot.com

62 Mukjizat Nabi Muhammad

62 Mukjizat Nabi Muhammad

Ternyata Rasulullah memiliki mu'jizat yang diberikan Allah sebagai yang terbanyak diantara para nabi dan rasul yang lain. Beliau memiliki 62 mu'jizat

diantaranya :

Masa Kecil Muhammad

Aminah binti Wahab, ibu Muhammad pada saat mengandung Muhammad tidak pernah merasa lelah seperti wanita pada umumnya.
Saat melahirkan Muhammad, Aminah binti Wahab tidak merasa sakit seperti wanita sewajarnya.
Muhammad dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan.
Pada usia 5 bulan ia sudah pandai berjalan, usia 9 bulan ia sudah mampu berbicara dan pada usia 2 tahun ia sudah bisa dilepas bersama anak-anak Halimah yang lain untuk menggembala kambing.
Halimah binti Abi-Dhua’ib, ibu susuan Muhammad dapat menyusui kembali setelah sebelumnya ia dinyatakan telah kering susunya. Halimah dan suaminya pada awalnya menolak Muhammad karena yatim. Namun, karena alasan ia tidak ingin dicemooh Bani Sa’d, ia menerima Muhammad. Selama dengan Halimah, Muhammad hidup nomaden bersama Bani Sa’d di gurun Arab selama empat tahun.
Abdul Muthalib, kakek Muhammad menuturkan bahwa berhala yang ada di Ka’bah tiba-tiba terjatuh dalam keadaan bersujud saat kelahiran Muhammad. Ia juga menuturkan bahwa ia mendengar dinding Ka’bah berbicara, “Nabi yang dipilih telah lahir, yang akan menghancurkan orang-orang kafir, dan membersihkan dariku dari beberapa patung berhala ini, kemudian memerintahkan untuknya kepada Zat Yang Merajai Seluruh Alam Ini.”
Dikisahkan saat Muhammad berusia empat tahun, ia pernah dibedah perutnya oleh dua orang berbaju putih yang terakhir diketahui sebagai malaikat. Peristiwa itu terjadi di ketika Muhammad sedang bermain dengan anak-anak Bani Sa’d dari suku Badui. Setelah kejadian itu, Muhammad dikembalikan oleh Halimah kepada Aminah. Sirah Nabawiyyah, memberikan gambaran detai bahwa kedua orang itu, “membelah dadanya, mengambil jantungnya, dan membukanya untuk mengelurkan darah kotor darinya. Lalu mereka mencuci jantung dan dadanya dengan salju.” Peristiwa seperti itu juga terulang 50 tahun kemudian saat Muhammad diisra’kan ke Yerusalem lalu ke Sidratul Muntaha dari Mekkah.
Dikisahkan pula pada masa kecil Muhammad, ia telah dibimbing oleh Allah. Hal itu mulai tampak setelah ibu dan kakeknya meninggal. Dikisahkan bahwa Muhammad pernah diajak untuk menghadiri pesta dalam tradisi Jahiliyah, namun dalam perjalanan ke pesta ia merasa lelah dan tidur di jalan sehingga ia tidak mengikuti pesta tersebut.
Pendeta Bahira menuturkan bahwa ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. Muhammad saat itu berusia 12 tahun sedang beristirahat di wilayah Bushra dari perjalannya untuk berdagang bersama Abu Thalib ke Syiria. Pendeta Bahira menceritakan bahwa kedatangan Muhammad saat itu diiringi dengan gumpalan awan yang menutupinya dari cahaya matahari. Ia juga sempat berdialog dengan Muhammad dan menyaksikan adanya sebuah “stempel kenabian” (tanda kenabian) di kulit punggungnya.
Mukjizat lain adalah Muhammad pernah memperpendek perjalanan. Kisah ini terjadi saat pulang dari Syiria. Muhammad diperintahkan Maisarah membawakan suratnya kepada Khadijah saat perjalanan masih 7 hari dari Mekkah. Namun, Muhammad sudah sampai di rumah Khadijah tidak sampai satu hari. Dalam kitab as-Sab’iyyatun fi Mawadhil Bariyyat, Allah memerintahkan pada malaikat Jibril, Mikail, dan mendung untuk membantu Muhammad. Jibril diperintahkan untuk melipat tanah yang dilalui unta Muhammad dan menjaga sisi kanannya sedangkan Mikail diperintahkan menjaga di sisi kirinya dan mendung diperintahkan menaungi Muhammad.

Kharisma

Tatapan mata yang menggetarkan Ghaurats bin Harits, yaitu seorang musuh yang sedang menghunus pedang kearah leher Muhammad.
Menjadikan tangan Abu Jahal kaku.
Jin yang bernama Muhayr bin Habbar membantu dakwah Muhammad, kemudian jin itu diganti namanya menjadi Abdullah bin Abhar.

Menghilang Dan Menidurkan Musuh

Menghilang saat akan dibunuh oleh utusan Amr bin at-Thufail dan Ibad bin Qays utusan dari Bani Amr pada tahun 9 Hijriah atau Tahun Utusan.
Menghilang saat akan dilempari batu oleh Ummu Jamil, bibi Muhammad ketika ia duduk di sekitar Ka’bah dengan Abu Bakar.
Menghilang saat akan dibunuh Abu Jahal dimana saat itu ia sedang shalat.
Menidurkan 10 pemuda Mekkah yang berencana membunuhnya dengan taburan pasir.

Binatang, Tumbuhan, Alam Dan Benda Mati

Seekor srigala berbicara kepada Muhammad.
Berbicara dengan unta yang lari dari pemiliknya yang menyebabkan masyarakatnya meninggalkan shalat Isya’.
Berbicara dengan unta pembawa hadiah raja Habib bin Malik untuk membuktikan bahwa hadiah tersebut bukan untuk Abu Jahal melainkan untuk Muhammad.
Mengusap kantung susu seekor kambing untuk mengeluarkan susunya yang telah habis.
Dua Sahabat Nabi saw dibimbing oleh cahaya.
Mimbar menangis setelah mendengar bacaan ayat-ayat Allah.
Pohon kurma dapat berbuah dengan seketika.
Batang pohon kurma meratap kepada Muhammad.
Pohon menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Muhammad.
Berhala-berhala runtuh dengan hanya ditunjuk oleh Muhammad.
Mendatangkan hujan dan meredakan banjir saat musim kemarau tahun 6 Hijriah di Madinah yang saat itu mengalami kekeringan.
Berbicara dengan gunung untuk mengelurkan air bagi Uqa’il bin Abi Thalib yang kehausan.
Berbicara dengan gilingan tepung Fatimah yang takut dijadikan batu-batu neraka.
Merubah emas hadiah raja Habib bin Malik menjadi pasir di gunung Abi Qubaisy.
Memerintahkan gilingan tepung untuk berputar dengan sendirinya.
Tubuh Muhammad memancarkan petir ketika hendak di bunuh oleh Syaibah bin ‘Utsman pda Perang Hunain.

Makanan Dan Minuman

Makanan yang di makan oleh Muhammad mengagungkan Nama Allah.
Makanan sedikit yang bisa dimakan sebanyak 800 orang pada Perang Khandaq.
Roti sedikit cukup untuk orang banyak.
Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang.
Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat.
Menjadikan beras merah sebanyak setengah kwintal yang diberikan kepada orang Badui Arab tetap utuh tidak berkurang selama berhari-hari.
Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Muhammad.
Air memancar dari sela-sela jari. Kemudian air itu untuk berwudhu 300 orang sahabat hanya dengan semangkuk air.
Susu dan kencing unta bisa menyembuhkan penyakit atas ijin Allah.

Mendo’akan Dan Menyembuhkan

Menyembuhkan betis Ibnu Al-Hakam yang terputus pada Perang Badar, kemudian Muhammad meniupnya, lalu sembuh seketika tanpa meresakan sakit sedikit pun.
Mata Qatadah terluka pada Perang Uhud, sehingga jatuh dari kelopaknya, kemudian oleh Muhammad mata tersebut dimasukkan kembali dan menjadi lebih indah dari sebelumnya.
Mendo’akan untuk menumbuhkan gigi salah seorang sahabatnya bernama Sabiqah yang rontok sewaktu perang.
Mendo’akan Anas bin Malik dengan banyak harta dan anak.
Menyembuhkan daya ingat Abu Hurayrah yang pelupa.
Menyembuhkan penyakit mata Ali bin Abi Thalib saat pemilihan pembawa bendera pemimpin dalam perang Khaibar.
Menyembuhkan luka gigitan ular yang diderita Abu Bakar dengan ludahnya saat bersembunyi di Gua Tsur dari pengejaran penduduk Mekah.
Menyembuhkan tangan wanita yang lumpuh dengan tongkatnya.
Menyambung tangan Badui yang putus yang dipotongnya sendiri setelah menampar Muhammad.
Mendoakan supaya Kerajaan Kisra hancur, kemudian do’a tersebut dikabulkan.
Mendoakan Ibnu Abbas menjadi orang yang faqih dalam agama Islam.

Hal Ghaib Dan Ramalan

Mengetahui siksa kubur dua orang dalam makam yang dilewatinya karena dua orang tersebut selalu shalat dalam keadaan kotor karena kencingnya selalu mengenai pakaian shalat.
Mengetahui ada seorang Yahudi yang sedang disiksa dalam kuburnya.
Meramalkan seorang istrinya ada yang akan menunggangi unta merah, dan disekitarnya ada banyak anjing yang menggonggong dan orang tewas. Hal itu terbukti pada Aisyah pada saat Perang Jamal di wilayah Hawwab yang mengalami kejadian yang diramalkan Muhammad.
Meramalkan istrinya yang paling rajin bersedekah akan meninggal tidak lama setelahnya dan terbukti dengan meninggalnya Zainab yang dikenal rajin bersedekah tidak lama setelah kematian Muhammad.
Meramalkan Abdullah bin Abbas akan menjadi “bapak para khalifah” yang terbukti pada keturunah Abdullah bin Abbas yang menjadi raja-raja kekhalifahan Abbasiyah selama 500 tahun.
Meramalkan umatnya akan terpecah belah menjadi 73 golongan.

Mukjizat Terbesar

Membelah bulan dua kali untuk membuktikan kenabiannya pada penduduk Mekkah.
Isra ke Masjidil Aqsa dari Masjidil Haram lalu Mi’raj ke Sidratul Muntaha dari Baitul Maqdis tidak sampai satu malam pada tanggal 27 Rajab tahun 11 Hijriah.
Menerima Al-Qur’an sebagai Firman Tuhan terakhir padahal ia seorang yang buta huruf.

- sumber dari rasyid-ic.blogspot.com

Isteri-isteri Rasulullah SAW

Isteri-isteri Rasulullah SAW

Saya sungguh sangat terkejut mengetahui bahawa banyak dari kaum kita yang tidak mengenal dengan baik latar belakang Rasullullah. Mengapa banyak dari kita yang sepertinya tidak ambil kisah dengan sejarah Rasul.

Salah satu yang sering sekali kita lupakan adalah juga termasuk tentang isteri-isteri beliau. Untuk sekadar menambah pengetahuan dan kecintaan kita kepada Rasullullah, berikut ini saya berikan nama-nama isteri Nabi yang tercatat dan sejarah singkat pernikahannya.

1. Khadijah

Khadijah yang menikahi Nabi (25 tahun) saat dia sudah berusia 40 tahun. Khadijah binti Khuwailid adalah seorang wanita pedagang yang mulia dan kaya raya. Nabi adalah seorang pemuda miskin yang hanya sekadar penggembala.

Selama hidup dengan Khadijah, Nabi hanya mempunyai seorang isteri saja sampai akhirnya Khadijah wafat.

Pernikahan Nabi dan Khadijah berlangsung 25 thn setelah kepulangan beliau dari Syam.


2. Aisha

Aisha RA adalah anak perempuan Abu Bakar yang dinikahi oleh Nabi saat berusia sekitar 7-9 tahun m. Tetapi kerana usia yang masih terlalu muda, Nabi hanya mula tidur dengan Aisha ketika berusia 9 tahun. Sewaktu menikahi Aisha, usia Nabi saat itu sekitar 50 tahun. Tentang umur perkahwinan Aisha ini masih menimbulkan kontroversi, akan kita dibincangkan di posting berikutnya.

Pernikahan ini diperkitakan terjadi pada tahun 620 M, beberapa bulan selepas kematian Khadijah, isteri pertama Nabi.

Ia hidup sampai akhir hayat Nabi. Ketika Nabi wafat, dia berumur 18 tahun, ia meninggal diumur 57 tahun.


3. Hafsah

Hafsah adalah putri dari Umar. Sebelum berkahwin dengan Nabi, Hafsah sebelumnya telah berkahwin dengan Khunais yang gugur ketika perang Uhud. Pernikahan dengan Nabi dilakukan sekitar 7 bulan selepas Hafsah menjanda.

Khunais gugur sebagai pahlawan syuhada dalam perang Uhud, maka tinggallah Hafsah sebagai janda mujahidin dalam usia 18 tahun.

Hafsa dinikahi Nabi di tahun 625, 3 bulan selepas penghijrahan ke Madinah. Dia berumur 19 tahun dan Nabi berumur 55 tahun ketika berkahwin. Dia hidup bersama Nabi selama 8 tahun sampai akhirnya Nabi meninggal pada tahun 669 pada umur 63.


4. Zainab bint Jash

Sebelum berkahwin dengan Nabi, Zainab adalah bekas menantu Nabi dari anak angkat, Zaid bin Haritha. Zainab adalah satu-satunya isteri Nabi yang langsung dijodohkan oleh Allah SWT kepada Nabi serta membukukannya dalam Al-Qur'an.

Nabi saat menikah dengan Zainab berusia 58 tahun, Zainab berusia sekitar 35 tahun. Zainab meninggal tahun 641 setelah wafatnya Nabi.


5. Safiah

Dalam peperangan di Khaibar, pasukan Rasullullah menakluk kaum Yahudi Khaibar. Akibat peperangan tersebut Safiah yang baru berusia 17 tahun kehilangan suaminya yang bernama Kinanah yang baru menikahinya 1 bulan. Safiah yang cantik jelita kemudian diambil sebagai isteri oleh Nabi.

Safiah sebelumnya hendak diambil oleh Dihyah, namun setelah Rasul mengetahui betapa Safiyah hanya layak bagi Rasul, maka Rasul memutuskan untuk menikahi Safiyah. Sebagai gantinya, Rasul memerintahkan Dihyah untuk menikahi tawanan wanita yang lain.

Safiyah dinikahi oleh Rasul ketika dia berumur 17 tahun dan Nabi waktu itu berusia 58 tahun. Pernikahan dilangsungkan pada hari yang sama setelah ayah dan suaminya wafat dalam pertempuran. Dia hidup bersama Nabi selama 4 tahun, dan berumur 21 ketika Nabi wafat.

Safiyah wafat pada tahun 673 pada umur 60 tahun.


6. Juwariya

Dalam salah satu peperangannya, pasukan Rasul berjaya mengalahkan suku Mustaliq yang dipimpin oleh Harith, anaknya yang bernama Juwariya menjadi tawanan. Dalam salah satu kesempatan Juwariya ingin menemui Nabi untuk membicarakan pembebasannya. Saat itu Nabi sedang berada di rumah Aisah dan penyelesaian yang diajukan Nabi untuk melindunginya adalah dengan menikahinya.

Nabi menikahinya pada tahun 628, ketika Nabi berusia 58 tahun dan Juwairiah 20 tahun. Juwariya berkahwin dengan Nabi selama 4 tahun sampai Nabi wafat.


7. Maria Qibtidaiya

Maria adalah seorang budak wanita yang diberi sebagai hadiah untuk mengikat tali shilaturahmi dari seorang gabenor Mesir kepada Nabi. Maria Qibtidaiya adalah seorang wanita yang cantik.

Tidak ada catatan rasmi tentang status pernikahan ini tentang berapa usianya saat dinikahi, namun ada yang menyebutkan bahawa usia Maria waktu dinikahi Rasul adalah sekitar 20 tahun.

Maria meninggal lima tahun selepas meninggalnya Nabi SAW.

Dianggarkan perkahwinan Maria dan Nabi terjadi pada sekitar tahun 7/8 H. Maria melahirkan seorang anak lelaki yang diberi nama Ibrahim tetapi anak lelaki satu-satunya ini meninggal pada tahun 10 H.


8. Hindun binti Abu Umaiyah / Ummu Salamah

Hindun adalah janda dari Abu Salmah yang mempunyai 4 oang anak. Abu Salmah sendiri meninggal di tahun 4 H. Setelah menjanda banyak lelaki yang ingin meminang Hindun diantaranya adalah Abu Bakar dan Umar. Namun pinangan kedua lelaki ini ditolak oleh Hindun. Kemudian barulah Nabi mengajukan pinangan yang diterima oleh Hindun. Pernikahan dilaksanakan tahun 4 H bulan Syawal. Hindun meninggal sekitar tahun 59 H dalam usia 84 tahun.

Hindun dinikahi Nabi ditahun 4 H, ketika Hindun berusia sekitar 30 tahun, dan Nabi 56 tahun.


9. Raihana

Dalam perang melawan kaum Yahudi bani Quraiza, pasukan Rasul berjaya mengalahkan pasukan musuh. Akibat dari perang ini, maka banyaklah janda-janda yang memerlukan perlindungan. Satu dari wanita yang menjadi janda adalah Raihana yang sangat cantik.

Tidak jelas berapa usia Raihana saat menikahi dengan Nabi.


10. Saudah

Tidak ada data yang tepat tentang usia Saudah saat menikah dengan Nabi. Saudah meninggal tahun 54 H dalam usia sangat banyak yang bererti 44 tahun sudah nabi wafat. Saudah sendiri diceritakan sebagai wanita yang tidak menarik dan digambarkan sebagai wanita yang amat besar, lebih tinggi di antara wanita, dan dia tidak dapat menyembunyikan dirinya dari sesiapa yang telah mengenalinya.

Diriwayatkan oleh Aisha: Manakala Rasulullah ingin berpergian, dia akan mengundi siapa isterinya yang akan menemani dia. Dia akan membawa isteri yang namanya terundi. Dia biasanya menetapkan kepada setiap dari mereka satu hari dan satu malam. Tetapi Sauda bint Zam'a melepaskan (gilirannya) siang dan malam dia kepada Aisha, isteri Nabi, demi untuk mencari kesenangan Rasulullah (dengan perbuatan demikian)


11. Zainab binti Khuzaimah

Zainab binti Khuzaimah (bukan binti Jash) adalah janda dari Ubaid bin Haris yang meninggal ketika perang Uhud. Pergaulan rumah tangga Rasulullah dengan Zainab tidaklah berlansung lama. Setengah riwayat mengatakan hanya selama 8 bulan, ada pula yang menyampaikan sekitar 4 bulan saja. Para sejarawan mengatakan bahawa Zainab meninggal dalam usia 30 tahun pada tahun ke 4 hijrah. Tidak ada catatan rasmi tentang mengapa Zainab meninggal di usia yang begitu muda.


12. Ramlah binti Abu Sufyan / Ummu Habibah

Ramlah adalah anak Abu Sufyan yang dinikahkan dengan Abdullah bin Jahasy yang dikurniakan seorang anak perempuan. Mereka termasuk golongan yang ikut hijrah ke Habasyah (Ethopia). Namun di Habsyah Abdullah bin Jahasy pindah agama menjadi Nasrani dan jadilah Ramlah hidup sendiri. Oleh kerana Rasul menolong Ramlah dengan cara menikahinya pada tahun 7 H, saat itu Ramlah telah berusia 40 tahun.


13. Maimunah

Maimunah adalah isteri terakhir Nabi SAW. Berasal dari keluarga bangsawan Quraish. Saat Nabi SAW melakukan ibadah haji pada tahun 7 H, maka oleh bapa saudaranya yang bernama Abbas bin Abdul Muthalib dicadangkan agar Nabi menikahi Maimunah yang akan menguatkan ikatan persaudaraan. Nabi bersetuju dan perkahwinan dilakukan di Saraf sektiar 10 km dari Mekah. Usia Maimunah saat itu sekitar 30 tahun.

Maimunah adalah janda dari Aba Rahim bin Abdi I'zzi.

Sumber : DetikIslam

Kenapa Orang Tidak Solat Boleh Berjaya ?

Kenapa Orang Tidak Solat Boleh Berjaya ?

Seperti yang kita tahu, ilmu itu merupakan cahaya, dan ianya tidak akan memasuki hati-hati yang gelap. tetapi kita lihat, kawan kita yang berjudi, yang minum arak, boleh berjaya pula, sedangkan kita terkial-kial walaupun sudah berusaha.

Kita tahu bahawa, siapa yang berbuat baik, taat kepada ALLAH akan dipermudahkan jalan kehidupannya, tetapi kita lihat, kawan kita ini tidak solat, tetapi bisnesnya menjadi, kita pula hidup dengan penuh cabaran dan dugaan. Kita juga tahu bahawa, ISLAM ini agama yang benar, tetapi kita sering melihat orang-orang yang bukan ISLAM itu lebih berjaya, dan ummat ISLAM tertindas dalam kehidupan sempit lagi derita.

Orang bertanya kepada saya. Kenapa begitu? Sekarang ini, yang manakah benar? Adakah kita faham selama ini tidak benar?

Maka saya hendak bertanya kepada anda.

Adakah anda tahu apa itu istidraj?

Istidraj ini adalah satu kalimah, yang sering menunjuk kepada keadaan seseorang itu yang terus dilimpahkan rezeki dan kejayaan yang melimpah ruah dalam kehidupannya, walaupun dia bukan hamba ALLAH yang taat, malah seorang pembuat maksiat yang tegar. Kenapa mereka ini dinamakan manusia yang mendapat istidraj? Apakah maksud istidraj?

Istidraj adalah, apabila ALLAH memberikan kejayaan, harta kekayaan, rezeki yang melimpah ruah untuk manusia itu menjadi lebih jauh dariNya.

Biasanya, manusia yang mendapat istidraj ini adalah mereka yang tidak berusaha menjalankan ISLAM dalam kehidupan, juga tidak berusaha mengenali ALLAH SWT.

Contoh manusia yang mendapat istidraj ini banyak. Saya bagi contoh yang paling mudah. Salah seorang darinya adalah Qarun. Apakah anda kenal kepada Qarun? Dia ini adalah seorang manusiayang teramat kaya. Diriwayatkan bahawa, kotak yang mengisi kunci kepada gedung-gedung perbendaharaannya tidak mampu diangkat oleh orang-orang yang kuat. Hal ini hendak menyatakan betapa kayanya dia.

Kisah Qarun terdapat di dalam Al-Quran. Hartanya melimpah ruah. Segala perniagaannya menjadi. Segala pelaburannya mengembang. Hartanya makin hari makin bertambah, sedang yang bertambah semalam tidak pula luak digunakan. Tetapi bila Nabi Musa cuba mengingatkannya berkenaan semua kekayaannya itu datang daripada ALLAH, maka Qarun dengan angkuh menjawab,

“ Tidak, semua ini adalah hasil dari ilmuku”

Lihat. Lihat apa kata Qarun. Tidak, semua ini adalah hasil dari… ILMUKU. Dia nyata semakin jauh dari ALLAH, walaupun kekayaannya menjadi, rezekinya melimpah ruah dan sebagainya. Dia saban waktu memperlekehkan pengikut-pengikut nabi Musa yang terdiri dari orang miskin dan hamba.

Apakah pengakhiran Qarun? Dia akhirnya ditenggelamkan ALLAH ke dalam bumi dengan seluruh hartanya. Kisah ini terdapat di dalam Al-Quran.

Nah… Apakah itu yang kita mahu?

Sebab itulah, saya hendak mengajak saudara-saudari berfikir, apakah yang akan timbul di dalam hati kalian apabila kalian ini jenis yang melazimi dosa-dosa, melakukan maksiat, kemudian kalian berjaya di dalam peperiksaan atau perniagaan. Apakah yang agaknya akan timbul dalam jiwa kalian?

Saya yakin, 99% akan merasa begini, “ Tengok, aku tak solat pun berjaya. Siapa kata solat tu bawa kejayaan?”

Apakah yang akan terjadi kepada anda ketika itu? Anda berjaya, tetapi anda langsung lupa bahawa yang memberi kejayaan adalah Allah SWT , dan ini buktinya ada semakin jauh dari ALLAH. Itulah istidraj.

Maka jangan gusar bila tidak berjaya. Cuba lagi. Hubungan keimanan anda dengan ALLAH itulah yang pertama sekali perlu anda perhatikan. Jika anda berjaya membina hubungan keimanan yang baik, insyaALLAH, datanglah badai apa sekalipun, anda akan mampu melaluinya.

Sebenarnya ALLAH suka menguji hamba-hambaNya yang beriman. Terdapat satu kisah yang saya suka baca ketika saya masih kecil.

Terdapat dua orang nelayan. Seorang penyembah berhala, dan seorang lagi muslim yang taat kepada ALLAH. Ketika menebar jala, yang menyembah berhala menyebut nama berhalanya, manakala yang muslim membaca bismillah. Bila jala diangkat, yang menyembah berhala mendapat banyak ikan, manakala yang muslim, hampir sahaja tiada ikan untuknya pada hari itu.

Malaikat yang melihat keadaan itu bertanya kepada ALLAH.

“ Ya ALLAH, apakah yang telah berlaku? HambaMu yang menyekutukanMu, KAU berikan dia rezeki yang banyak, sedangkan hambaMu yang menyebut namaMu, KAU tidak memberikan DIA apa-apa” ALLAH menjawab,

“ Yang menyekutukanKu, tempatnya memang sudah pasti NERAKA. Maka apalah sangat rezeki yang pasti akan hancur itu jika Kuberikan kepadaNya? Tetapi HambaKu yang beriman itu, AKU hendak mengganjarkanNya syurga, maka AKU suka mengujinya untuk melihat kebenaran imanNya”

Nah, jangan anda kecewa bila diuji, tidak berjaya di dalam peperiksaan walau sudah study ? gagal dalam perniagaan walau hebat menyusun strategi. Itu semua adalah sebahagian dari ujian ALLAH. ALLAH menguji hanya untuk mereka yang dikasihi. Bukankah ALLAH SWT ada berfirman,

“ Apakah kamu mengira KAMI akan membiarkan kamu berkata kami beriman sedangkan kamu belum diuji?…”

Jika gagal terhadap satu-satu perkara, itu perkara itu. Anda masih belum gagal dalam kehidupan. Teruskan usaha, selagi nyawa masih ada. InsyaALLAH ALLAH akan memberikan sesuatu yang bermakna kepada anda. Bersangka baiklah kita kepada PENCIPTA kita.

Maka sebenarnya, bila hidup kita digegarkan dengan masalah, hendaklah kita rasa bersyukur. Tandanya, ALLAH masih lagi dekat dengan kita. Ujian adalah tanda kasih sayang dan perhatianNya kepada kita. Mustahil anda suka senang sebentar di dunia, di akhirat yang kekal abadi nanti anda merana. Anda mahukan istidraj?

Saya yakin tidak..

Anda tenang sekarang?

Anda wajib untuk tidak berasa tenang jika anda berbuat dosa, dan anda berjaya. Sebab itulah, muhasabah diri itu penting. Untuk kita sentiasa periksa bagaimanakah hubungan kita dengan ALLAH SWT.

Aku berdosa, tetapi aku berjaya…. Berhati-hatilah kita agar jangan sampai lafaz itu, atau lafaz-lafaz yang membawa maksud serupa itu terkeluar dari mulut kita.

Mari kita sama-sama duduk, dan bermuhasabah semula.

*Sumber dari dirihamba.blogspot.com

Peliharalah Dua Kalimah Syahadah Anda

Peliharalah Dua Kalimah Syahadah Anda

Syahadah atau penyaksian Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad pesuruh Allah adalah 2 kalimah cukup penting dan asas dalam kehidupan seseorang Islam. Ia menjadi landasan penerimaan amal atau penolakannya. Ia juga menjadi asas- kekal atau tidak seseorang dalam neraka. Jika kalimah syahadahnya ada, lambat-laun ia akan keluar dari Neraka jika memasukinya terlebih dahulu.

Jika tiada kalimah syahadah, ia kekal selama-lamanya dalam Neraka. Justru, 2 kalimah syahadah ini cukup penting untuk dipelihara supaya selamat dunia Akhirat. Tidak mungkin ia dijual-beli dengan harga yang murah seperti kebendaan, wang, pangkat, jawatan atau kedudukan sementara di dunia.

Ulama membincangkan bagaimana 2 kalimah syahadah ini boleh gugur dan terbatal. Tujuannya supaya umat Islam memeliharanya, lantas terpelihara dirinya dari azab dan sengsara.

Ia berlaku melalui 3 aspek:

Iktikad (kepercayaan),
perbuatan dan
perkataan. Di antaranya:


Iktikad

1. Syak terhadap kewujudan Allah

2. Syak terhadap kerasulan Muhammad saw atau 25 rasul

3. Syak terhadap berlakunya hari Kiamat, Syurga, Neraka, kebangkitan selepas mati, pahala, balasan siksa, Mahsyar, Hisab dan lain-lain.

4. Tidak percaya atau syak terhadap satu daripada sifat-sifat wajib Allah yang telah disepakati ulama, atau percayakan sifat wajib Allah seperti ‘ilmu’ tetapi tidak mempercayai ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu walaupun sekecil-kecilnya.

5. Menghalalkan sesuatu yang diharamkan dengan ijmak seperti zina, membunuh jiwa yang diharamkan bunuh, mencuri, merampas, liwat, minum arak dan lain-lain atau sebaliknya iaitu mengharamkan sesuatu yang halal (dengan ijmak) seperti jual beli, pernikahan, makan-minum dan lain-lain.

6. Menafikan sesuatu yang wajib dengan ijmak ulama seperti solat fardhu 5 waktu atau menafikan satu sujud dalam solat fardhu, zakat, puasa di bulan Ramadhan, fardhu haji, wudhuk.

7. Mewajibkan sesuatu yang tidak wajib (dengan ijmak ulama) seperti mengiktikadkan wajibnya solat 6 fardhu.

8. Menafikan perkara sunat (dengan ijmak ulama) seperti sunat rawatib dan sunat 2 hari raya.

9. Bercita-cita untuk kufur pada masa akan datang

10. Syak terhadap imannya sama ada ia beriman atau tidak

11. Syak sama ada mahu kufur atau tidak (terus kufur ketika itu) melainkan was-was kerana ia dari syaitan.

12. Engkarkan Abu Bakar sebagai sahabat Nabi kerana ia thabit dengan nas Quran.

13. Menafikan kerasulan seorang rasul atau kenabian seorang nabi yang disepakati ulama seperti Nabi Isa. (Tidak kufur mereka yang engkarkan Khidhir kerana tidak disepakati ulama)

14. Engkarkan satu huruf yang disepakati dari Quran atau melebihkan satu huruf darinya (Tidak kufur mereka yang engkarkan Basmalah satu ayat dari Fatihah kerana ulama tidak ijmak terhadap perkara tersebut)

15. Mendustakan seorang pesuruh Allah seperti tidak percayakan kerasulannya, menghina perkataannya, mengurangkan pangkat dan kedudukannya, melecehkan namanya dan bentuk-bentuk penghinaan kepada rasul.

16. Membenarkan adanya nabi/rasul selepas Nabi Muhammad saw.

17. Mengiktikadkan keadaan warna kulit Nabi Muhammad itu hitam atau bukan Quraisy.

18. Meringankan janji Allah dengan balasan pahala atau dosa.

Perbuatan

1. Sujud kepada berhala, patung, tugu, matahari atau makhluk lain.

2. Mencampakkan mushaf (al-Quran) ke tempat yang hina seperti tempat najis, tandas, tong sampah, atau dikesat hingus, air liur atau lain-lain dengan maksud mempersenda, menghina atau meringan-ringankan al-Quran. Demikian juga kitab-kitab hadis dan ilmu syariah denagn maksud menghinanya.

3. Pergi ke rumah ibadat agama lain dengan memakai pakaian keagamaan mereka. Tidak kufur jika pergi ke rumah ibadat agama lain tanpa memakai pakaian keagamaan mereka; atau memakai pakaian keagamaan tanpa pergi ke rumah ibadat mereka, dengan syarat perbuatan ini dibuat tanpa redha kepada agama mereka, cenderung kepadanya atau bermudah-mudah dengan agama Islam. Jika perbuatan tersebut dibuat disertai dengan redha kepada agama mereka, maka kufur ketika itu juga.

Perkataan

1. Menyebut kepada orang Islam: “Hei si kafir!” dengan maksud kufur agama. Jika disebut demikian dengan maksud kufur nikmat atau lainnya, tidak menjadi kafir, cuma haram sahaja. Tetapi jika ia mengiktikadkan halalnya ucapan tersebut, ia menjadi kafir.

2. Menyebut kepada orang Islam: “Hei Yahudi!”

3. Menyebut kepada orang Islam: “Hei orang yang tiada agama!”, tetapi ucapan ini perlukan penjelasan. Jika ia iktikadkan ucapannya itu dengan maksud si fulan itu bukan beragama Islam, maka kufur. Jika dimaksudkan dengan ucapan itu ‘tidak ada agama ketika berurusan dengan orang’ (atau kurang akhlaknya ketika berurusan dengan orang lain), tidak kufur, cuma dihukum secara takzir. Jika ia iktikadkan halalnya ucapan itu, kufur ia. Jika ia iktikadkan haramnya ucapan itu, tidak kufur.

4. Mempermainkan satu nama Allah, atau janji Allah memberi pahala, syurga, neraka sambil meringankannya.

5. Menyebut: “Kalau Allah menyuruh melakukan sekian sekian, saya tidak akan melakukannya” sambil meringankan suruhan Allah tersebut, atau secara degil engkar.

6. Menyebut: “Kalau Allah beri syurga, aku takkan masuk ke dalamnya” sambil meringankannya atau mengengkarinya.

7. Menyebut: “Aku tidak akan melakukan perbuatan tersebut walaupun sunat”. Contohnya seseorang menyuruhnya mengerat kukunya. Ia berkata: “Aku takkan kerat kuku jika sunat sekalipun.” sambil mempersenda dan menghina perbuatan tersebut

8. Menyebut: “Jika si anu itu Nabi, aku tidak percaya” kerana ucapan ini mengurangkan martabat kenabian kerana ia hendak mendustakannya sekiranya seseorang itu benar Nabi. Jika ia menyebut: “Jika si anu itu Nabi, aku percayakannya.”, ucapan ini tidak menjadikannya kufur.

9. Menyebut: “Hukum apa ini!” “Syariat / agama apa ini!” apabila diberi fatwa oleh alim ulama, sambil meringan-ringankannya.

10. Menyebut: “Aku berlepas diri dari Allah, atau Nabi, atau Islam”

11. Membacakan ayat-ayat Quran secara menyindir atau mempersendakannya.

12. Memaki Nabi, Malaikat

13. Menyebut: “Berapa kali dah aku sembahyang tapi tak pernah bernasib baik” “Solat apa ini!” sambil mempersendakannya.

Kesemua ucapan di atas atau  bentuk perkataan lain yang mempersoalkan sesuatu dalam Islam ini membawa kepada kufur dan murtad dengan syarat mempersenda, menghina dan melekehkannya dan disertai dengan iktikad dan kepercayaannya terhadap ucapan tersebut.

*Sumber dari mysweetmiko.blogspot.com

Tujuh Perkara Ganjil Dilihat Oleh Pencuri kain Kafan

Tujuh Perkara Ganjil Dilihat Oleh Pencuri kain Kafan

Terdapat seorang pemuda yang kerjanya menggali kubur dan mencuri kain kafan untuk dijual. Pada suatu hari pemuda tersebut berjumpa dengan seorang ahli ibadah untuk kenyatakan kekesalannya dan keinginan untuk bertaubat kepada Allah s. w. t. Dia berkata,”Sepanjang aku menggali kubur untuk mencuri kain kafan, aku telah melihat 7 perkara ganjil yang menimpa mayat-mayat tersebut. Lantaran aku merasa sangat insaf atas perbuatanku yang sangat keji itu dan ingin sekali bertaubat.”


” Yang pertama, aku lihat mayat yang pada siang harinya menghadap kiblat. Tetapi apabila aku menggali semula kuburnya pada waktu malam, aku lihat wajahnya telah pun membelakangkan kiblat. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?” tanya pemuda itu. ” Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang telah mensyirikkan Allah s. w. t. sewaktu hidupnya. LantaranAllah s. w. t. menghinakan mereka dengan memalingkan wajah mereka dari mengadap kiblat, bagi membezakan mereka daripada golongan muslim yang lain,” jawab ahli ibadah tersebut.

Sambung pemuda itu lagi, ” Golongan yang kedua, aku lihat wajah mereka sangat elok semasa mereka dimasukkan ke dalam liang lahad. Tatkala malam hari ketika aku menggali kubur mereka, ku lihat wajah mereka telah pun bertukar menjadi babi. Mengapa begituhalnya, wahai tuan guru?” Jawab ahli ibadah tersebut,” Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang meremehkan dan meninggalkan solat sewaktu hidupnya.Seungguhnya solat merupakan amalan yang pertama sekali dihisab. Jika sempurna solat, maka sempurnalah amalan-amalan kita yang lain.”

Pemuda itu menyambung lagi, ” Wahai tuan guru, golongan yang ketiga yang aku lihat, pada waktu siang mayatnya kelihatan seperti biasa sahaja. Pabila aku menggali kuburnya pada waktu malam, ku lihat perutnya terlalu gelembung, keluar pula ulat yang terlalu banyak daripada perutnya itu.” ” Mereka itulah golongan yang gemar memakan harta yang haram, wahai anak muda,”balas ahli ibadah itu lagi.

” Golongan keempat, kulihat mayat yang jasadnya bertukar menjadi batu bulat yang hitam warnanya. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?” Jawab ahli ibadah itu, ” Wahai pemuda, itulah golonganmanusia yang derhaka kepada kedua ibu bapanya sewaktu hayatnya. Sesungguhnya Allah s.w. t. sama sekali tidak redha kepada manusia yang menderhakai ibu bapanya.”

“Golongan kelima, ku lihat ada pula mayat yang kukunya amat panjang,hingga membelit-belit seluruh tubuhnya dan keluar segala isi dari tubuh badannya,” sambung pemuda itu. ” Anak muda,mereka itulah golongan yang gemar memutuskan silaturrahim. Semasa hidupnya mereka suka memulakan pertengkaran dan tidak bertegur sapa lebih daripada 3 hari. Bukankah Rasulullah s. a. w. pernah bersabda, bahawa sesiapa yang tidak bertegur sapa melebihi 3 hari bukanlah termasuk dalam golongan umat baginda,” jelas ahli ibadah tersebut.

” Wahai guru, golongan yang keenam yang aku lihat,sewaktu siangnya lahadnya kering kontang. Tatkala malam ketika aku menggali semula kubur itu, kulihat mayat tersebut terapung dan lahadnya dipenuhi air hitam yang amat busuk baunya,” ” Wahai pemuda, itulah golongan yang memakan harta riba sewaktu hayatnya,”jawab ahli ibadah tadi. “

Wahai guru, golongan yang terakhir yang aku lihat,mayatnya sentiasa tersenyum dan berseri-seri pula wajahnya. Mengapa demikian halnya wahai tuan guru?”tanya pemuda itu lagi. Jawab ahli ibadah tersebut, “Wahai pemuda, mereka itulah golongan manusia yang berilmu. Dan mereka beramal pula dengan ilmunya sewaktu hayat mereka. Inilah golongan yang beroleh keredhaan dan kemuliaan disisi Allah s. w. t. baik sewaktu hayatnya mahupun sesudah matinya.” Ingatlah,sesungguhn ya daripada Allah s. w. t kita datang dan kepadaNya jualah kita akan kembali. Kita akan dipertanggungjawabk an atas setiap amal yang kita lakukan, hatta amalan sebesar zarah.

*Sumber dari losong.com

Syeikh Ali al-Shobuni: Syiah bunuh kanak-kanak, wanita, dan robohkan masjid

Syeikh Ali al-Shobuni: Syiah bunuh kanak-kanak, wanita, dan robohkan masjid

Di antara ciri khas akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah mentauhidkan Allah Subhanahu wa ta'ala, mencintai Rasulullah dan mencintai para sahabat Rasul shalallahu alaihi wa sallam. Sedangkan orang yang melaknat para Sahabat, melaknat Abu Bakar, Umar dan Aisyah Radhiallahu anhum bukanlah termasuk Muslim.

Demikian dikatakan oleh ulama kontomporer, Syeikh Muhammad Ali al-Shobuni dalam dialog bertema "Memahami Akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah" selepas solat Jumaat di Masjid al-Akbar Surabaya pada Jumaat (28/12/2012) kelmarin seperti dilaporkan dari hidayatullah . com.

Dalam dialog yang dipandu oleh KH. Abdurrahman Navis, Lc, anggota MUI Jawa Timur, Syeikh al-Shobuni mengecam keras kelompok Rafidhah. Menurut ulama kelahiran Syria itu, Rafidhah itu penentang Allah, kafir dan terlaknat.

Dalam kesempatan itu, Syeikh al-Shobuni juga menceritakan sedikit tentang keadaan Muslim Sunni di Syria, di mana menurutnya, kaum Muslim di Syria sedang menghadapi cubaan dan penderitaan.

Dia mengaku telah dihalang masuk ke Syria selama lima tahun oleh kerajaan Bashar Assad yang berfahaman Syiah.

Diceritakan, mereka golongan Rafidhah berlaku kejam dan melakukan tindakan keji. Membunuh anak-anak, wanita dan merobohkan masjid-masjid.

"Adakah ini yang disebut Muslim. Mereka kaum terlaknat, dan thoghut," ujar penulis kitab Tafsir Ayatil Ahkam dan Shofwatu Tafasir ini.

Ia menerangkan, kebiasaan buruk tersebut bukanlah ciri Muslim.

"Akidah Ahlus Sunnah tidak mengajarkan membunuh anak-anak, wanita dan mengutuk para sahabat," tegasnya.

Di hadapan para jemaah solat Jumaat Syeikh yang disebut-sebut mufassir abad ke-21 ini berpesan bahawa perbezaan di antara ulama 'Ahlus Sunnah adalah perbezaan pada soal ijtihad.

"Perbezaan di kalangan Asy'ari, Maturidi dan lain termasuk perbezaan di antara fuqaha seperti membaca bismillah pada fatihah Solat itu bukan perbezaan prinsip", tegas ulama yang pernah mengajar di Ribath Sayyid Muhammad al-Maliki Mekah.

Di antara mereka, tidak ada yang mengutuk para sahabat. "Mencela sahabat dan mengubah-ubah Al-Quran itu bukan Ahlus Sunnah wal Jamaah".

Mengutuk sahabat seperti golongan Rafidhah bukan akhlak Ahlus Sunnah. "Bagaimana mungkin seorang Muslim yang baik melaknat sahabat. Padahal para sahabat diredhai oleh Allah swt, dan Islam tersebar hingga saat ini berkat jasa sahabat. Justeru merekalah (Rafidhah) yang terlaknat", jelasnya.

Syeikh Ali al-Shobuni, adalah mufassir kenamaan yang hidup di abad ke-21. Karyanya Tafsir Ayatil Ahkam dipelajari oleh pelajar di seluruh dunia.

Syeikh al-Shobuni menyelesaikan program masternya di universiti Al-Azhar dengan mengambil tesis tentang undang-undang dalam Islam pada tahun 1954 M. Kini, dia bermukim di Mekah dan tercatat sebagai salah seorang kakitangan pengajar tafsir dan ulumul Qur'an di fakulti Syariah dan Dirosat Islamiyah Universiti Malik Abdul Aziz. Selain dikenali sebagai pakar ilmu al-Quran, Bahasa Arab, Fekah, dan Sastera Arab, Syeikh Ali al-Shobuni pernah dianugerahkan sebagai tokoh Muslim Dunia 2007 oleh DIQA.
Diterjemahkan dari sumber arrahmah

Subhaanallah, tulang ekor bukti kebesaran Allah

Subhaanallah, tulang ekor bukti kebesaran Allah

Tiada bahagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, iaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat, "(HR. Al Bukhari, Nombor: 4935).

Berabad lamanya, hadith tersebut menjadi hal yang ghaib yang tidak mungkin dapat dijelaskan dengan logik. Seiring berjalannya masa beberapa kajian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadis tersebut dikemudian hari.

"Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata:" Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh? "Katakanlah:" Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, "(QS. Yasin: 78-79).

Han Spemann saintis Jerman yang berjaya mendapat hadiah nobel dalam bidang perubatan pada tahun 1935. Dalam kajiannya dia telah membuktikan bahawa asal usul kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam kajiannya dia memotong tulang ekor dari sejumlah haiwan, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio.

Pada ketika sperma memasuki ovum (sel telur), maka pembentukan janin bermula. Ketika ovum telah membentuk (zigot) terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang. Sehingga terbentuklah embryonic cakera (lempengan embrio) yang mempunyai dua lapisan.

Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi membekalkan makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cecair kelenjar pada dinding uterus.

Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bahagian belakang embrio dengan bahagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).

Dari sinilah beberapa unsure dan rangkaian, seperti ectoderm, mesoderm, dan endoderm terbentuk.

- Ectoderm, membentuk kulit dan sistem saraf pusat.

- Mesoderm, membentuk otot halus sistem digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem peredaran, jantung, tulang pada bahagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), rangkaian subcutaneous, sistem limpa, limpa dan kulit luar.

- Sedangkan, endoderm, membentuk lapisan pada sistem digestive, sistem pernafasan, organ-orang yang berkaitan dengan sistem digestive (seperti hati dan pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai tulang ekor.

Pada kajian lain, Han cuba menghancurkan tulang ekor tersebut. Dia menumbuk dan merebusnya dengan suhu yang tinggi dan dalam masa yang sangat lama. Setelah menjadi serpihan halus, dia cuba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tetamu). Meskipun telah ditumbuk dan dibakar sedemikian rupa, tulang itu tidak 'hancur'.

Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid juga melakukan kajian serupa. Pada bulan Ramadhan 1423 H, mereka berdua memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 minit. Tulang pun berubah menjadi hitam pekat. Kemudian, kedua-duanya membawa tulang itu ke al Olaki Laboratory, Sana'a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti oleh Dr. al Olaki iaitu pfofesor dalam bidang histology dan pathologi di Sana'a University, beliau telah menemui bahawa sel-sel pada rangkaian tulang ekor tidak terjejas. Bahkan sel-sel itu dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama.

Lebih dari itu berdasarkan kajian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika dalam majlis berbuka puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk, "Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life", tulang ekor ini merakam semua perbuatan anak Adam dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Tulang ini merakam semua perbuatan baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan mempengaruhi pada keadaan tulang ekornya. Putih bersih atau hitam kotor. Semakin banyak tenaga positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak tenaga negative atau keburukan seseorang maka semakin hitamlah tulang ekornya.

Dari sinilah balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah berubah. Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali dan mereka akan diberi balasan setimpal dengan kadar amalan mereka. Ini semua sudah disabdakan oleh Nabi berpuluh abad yang lalu.

"Tiada bahagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, iaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat," (HR. al Bukhari, nombor 4935).

Hadis yang sama juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (nombor 2955): Dari Abu Hurairah, bahawa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Seluruh bahagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dipasang kembali."

Dari hadis di atas, Ilmuwan Islam pada pertengahan abad ke-20 telah mendasarkan pemahaman mereka mengenai mukjizat hadis tentang tulang ekor ini pada kaedah pengetahuan yang paling asas, iaitu "Tulang ekor merupakan bahagian pertama yang tumbuh dari janin, biasa disebut dengan primitive streak , iaitu bahagian utama yang terbentuk pada minggu ketiga ".

Akan Kami tunjukkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami pada alam dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahawa Al-Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahawa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?

Sumber : Detikislam

Siapakah Luqman Al-Hakim Yang Disebut Dalam Al-Quran



Luqman itu adalah anak kepada Faghur bin Nakhur bin Tarikh (Azar), dengan demikian litu Luqman adalah anak saudara kepada Nabi Ibrahim a.s.; atau dikatakan juga Luqman itu anak saudara kepada Nabi Ayub a.s.
Diriwayatkan juga bahawa Luqman telah hidup lama sampai seribu (1,000) tahun sehingga dapat menemui zaman kebangkitan Nabi Daud a.s., bahkan dia juga pernah menolong Nabi Daud a.s. dengan memberikan kepadanya Hikmah atau kebijaksanaan. Luqman pernah menjadi Kadi, yakni hakim, untuk mengadili perbicaraan kaum Bani Israel.
AI-Allahamah AI-Alusy berkata: “Kebanyakan pendapat mengatakan bahawa beliau hidup di zaman Nabi Daud a.s.” Katanya lagi: “Orang juga berselisih pendapat, adakah beliau seorang yang merdeka atau seorang hamba? Kebanyakan pihak mengatakan beliau adalah seorang hamba Habsyi”
Dipetik dari Ibnu ‘Abbas katanya: “Luqman bukanlah seorang nabi mahu pun raja tetapi beliau hanyalah seorang pengembala ternakan yang berkulit hitam. Lalu Allah telah memerdekakannya dan sesungguhnya Dia redha dengan segala kata-kata dan wasiat Luqman. Maka kerana itu, kisah ini diceritakan di dalam AI-Quran agar kita semua dapat mengambil pedoman dan berpegang dengan wasiat-wasiatnya.”
Ibnu Kathir berkata: ‘Ulama’ salaf berselisih pendapat tentang diri Luqman; adakah dia seorang nabi atau pun seorang hamba yang soleh tanpa taraf kenabian? Di antara dua pendapat ini, kebanyakan mereka berpegang dengan pendapat yang kedua.’
Para ulama’ semuanya sepakat mengatakan Luqman itu seorang bertaraf wali dan Ahli Hikmah (bijak bistari), bukan seorang nabi, kerana lafaz hikmah dalam ayat di atas dimaknakan ‘kenabian’. Dan dikatakan juga apabila Luqman disuruh pilih antara Hikmah (kebijaksanaan) dengan Nubuwwah (kenabian), dipilihnya Hikmah. Di antara para ulama’ tersebut ialah seperti Mujahid, Sa’id bin AI-Musayyab dan Ibnu Abbas. Wallahu A’lam.”
Ibnu Kathir ada menyebutkan di dalam kitab sejarahnya: “Beliau ialah Luqman bin Unqaa’ bin Sadam.” Diceritakan dari As­ Suhaili, dari Ibnu Jarir dan AI-Qutaibi: “Beliau ialah Luqman bin Tharan”
Dikatakan bahawa beliau ialah anak kepada AI- Baura’. Ibnu Ishaq ada menyebutkan beliau ialah Luqman bin AI Baura’ bin Tarikh iaitu Aazar Abu Ibrahim AI-Khalil.
Adalah diceritakan, bahawa Luqman telah tidur di tengahari lalu kedengaran suara memanggilnya: “Hai Luqman! Mahukah kalau Allah jadikan engkau seorang Khalifah di bumi yang memerintah manusia dengan hukuman yang benar?” Dijawabnya: “Kalau Tuhanku menyuruh pilih, akan saya pilih ‘Afiat (selamat) dan saya tidak mahu bala (ujian). Tetapi kalau saya ditugaskan juga saya akan turut. Kerana saya tahu bahawa Allah Taala kalau menetapkan sesuatu kepada saya pasti Dia menolong dan memelihara saya.”Kemudian dikatakan para malaikat pula bertanya: “Hai Luqman! Adakah engkau suka diberi Hikmah?” Dijawabnya: “Sesungguhnya seorang hakim kedudukannya berat, dia akan didatangi oleh orang-orang yang teraniaya dari segenap tempat. Kalau hakim adil akan selamat, dan kalau tersalah jalan akan tersalah pulan jalannya ke neraka. Siapa yang keadaannya hidup di dunia, itu lebih baik daripada dia menjadi mulia. Dan siapa yang memilih dunia lebih daripada akhirat, akan terfitnah oleh dunia dan tidak mendapat akhirat.”
Para malaikat pun takjub mendengarkan kebagusan kata-katanya itu. Apabila Luqman tertidur semula, dia dikurniakan Hikmah, lalu terjaga dan berbicara dengan kata-kata yang berhikmah selepas itu.
Juga diriwayatkan bahawa Luqman itu seorang hamba bangsa Habsyi, kerjanya sebagai tukang kayu, tukang jahit dan seorang penggembala kambing. Apabila bertemu dengan seorang lelaki dia bercakap dengan penuh Hikmah, sehingga orang lelaki itu takjub lalu berkata: “Bukankah engkau seorang penggembala kambing?” Dijawabnya: “Benar!” Lalu ditanya orang lelaki itu lagi: “Bagaimana engkau telah dapat mencapai kedudukan engkau yang begini (bijak bestari)?” Luqman menjawab: “Saya mendapatnya dengan bercakap benar, memelihara amanah dan tak ambil tahu apa yang bukan urusan saya.”
Ada juga diriwayatkan bahawa Luqman berasal dari Sudan/Mesir, berkulit hitam, bibirnya tebal dan kulit kakinya pula retak-retak. Juga dikatakan bahawa sebaik-baik orang dari benua Afrika itu adalah 3 orang, iaitu: Bilal bin Robah, Mahja’ (yakni hamba sahaya Sayidina Umar ibn Khattab) dan Luqman al-Hakim. Orang yang ke empat pula ialah an-Najasyi (Raja Habsyah yang beriman di zaman Nabi Muhammad s.a.w.)
Ibnu Qutaibah berkata: “Luqman adalah seorang hamba Habsyi kepada seorang lelaki dari kalangan bani Israil. Kemudian beliau dibebaskan dan diberikannya harta.”
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dia telah berkata: Rasullullah s.a.w. pernah bersabda:
“Adakah engkau semua tahu siapakah dia Luqman? “Mereka pun menjawab: “Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih tahu.” Baginda bersabda: “Dia adalah seorang Habsyi.” Pendapat yang mengatakan dia adalah seorang habsyi, adalah dari lbnu Abbas dan Mujahid.
As-Suhaili berkata: “Luqman adalah Naubah dari penduduk Ielah ( Sebuah bandar di tepi laut merah )” Demikian juga dipetik oleh Qatadah, dari Abdullah bin Az-Zubair: Aku telah bertanya kepada Jabir bin Abdullah: “Apakah cerita terakhir yang sampai kepadamu tentang perihal diri Luqman? “J abir menjawab: “Dia adalah seorang yang pendek, pesek hidungnya dari keturunan Naubah.” lanya juga sebagaimana yang disebutkan dari Sa’id bin AI­ Musayyab, katanya: “Luqman adalah dari Sudan, Mesir.”
AI-Hassan AI-Basri pula berkata: “Luqman telah membina sebuah singgahsana di Ramlah, Syam. Pada masa itu, tempat tersebut masih lagi belum dibangunkan. Dia berada di sana sehinggalah Ian jut usianya dan meninggal dunia.”
Ibrahim bin Adham berkata: “Aku telah diberitahu bahawa kubur Luqman adalah di antara Masjid Ar-Ramlah dan tempat didirikan pasar pada hari ini.Di tempat tersebut terdapat 70 kubur nabi-nabi sebelum Luqman.
Dilaporkan, bahawa Luqman adalah seorang mufti sebelum Nabi Daud a.s dibangkitkan. Apabila baginda diutuskan kepada umatnya, Luqman berhenti dari memberikan fatwa. Ada orang bertanyakan; padanya tentang hal itu lalu dia pun berkata: “Adakah aku tidak mahu berhenti apabila aku telah merasa cukup?!! “
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Mujahid: “Beliau adalah seorang Qadhi di kalangan kaum bani Israil di zaman Nabi Daud a.s”
Demikianlah siapa itu Luqmanal Hakim. Tidak kira siapapun dia, yang penting beliau adalah seorang yang mempunyai hikmah kebijaksanaan. Kata-katanya diberkati Allah dan dirakamkan didalam Al Quran.
Dipetik dari tulisan Muhammad Khair Ramadhan Yusuf dalam bukunya Lukman al Hakim

*Sumber dari irfanirsyad.wordpress.com

Saintis Membuktikan Nabi Musa Membelah Laut

Di antara peristiwa yang berlaku pada 10 Muharram ialah selamatnya Nabi Musa dan Bani Israel dari Firaun dan tenggelamnya Firaun dan bala tenteranya dalam Laut Merah.Ayat 50 surah al-Baqarah menceritakan hal ini dan hadis Nabi menerangkannya.

Saintis Barat mengemukakan teori angin bertiup yang membelah Laut Merah untuk Nabi Musa (lihat youtube). Mereka mengkaji tetapi mereka tidak beriman sepenuhnya dengan ajaran Musa itu sendiri. Di antara ajarannya ialah apabila tiba Nabi akhir zaman-Ahmad/Muhammad, maka berimanlah dengannya tetapi itu tidak berlaku. Saintis Barat hanya menjadi seperti Yahudi yang berpuasa pada 10 Muharram meraikan Nabi Musa tetapi menolak ajaran Taurat lain. A


Apa beza dengan umat Islam yang berpuasa sunat pada hari Asyura atau membuat bubur asyura malah mempertandingkannya seperti di Kemaman tetapi menolak ajaran al-Quran selain puasa?

Imam Muslim meriwayatkan daripada Ibn Abbas bahawa Nabi SAW tiba di Madinah. Baginda mendapati Yahudi berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram). Baginda bertanya; ‘Hari apa yang kamu puasa ini?’

Jawab Yahudi: ‘Hari ini hari mulia. Allah menyelamatkan padanya Musa dan kaumnya, serta menenggelamkan Firaun dan kaumnya. Lalu Musa berpuasa pada hari Aasyura sebagai tanda syukur. Lalu kami berpuasa padanya.’ Sabda Nabi SAW : ‘Kami lebih berhak dan utama dengan Musa daripada kamu.’ Nabi berpuasa dan memerintahkan para Sahabat berpuasa juga. At-Tirmizi berkata:


Diriwayatkan daripada Ibn Abbas bahawa Baginda bersabda: ‘Puasalah hari ke 9 dan 10, serta jangan sama dengan Yahudi’. Hadis ini menjadi hujjah bagi Imam Shafie, Ahmad bin Hanbal dan Ishak. (Tafsir al-Munir j1 ms 163)

Hadis tentang Yahudi di atas ada perbahasannya seperti yang disebut oleh Imam Nawawi dalam syarah hadisnya. Yang penting ialah berpuasa sunat atau membuat bubur asyura dalam keadaan sedar dengan apa yang dibuat dan menghayati Islam secara syumul, bukan hanya buburnya. Demikian juga mukjizat Nabi Musa as yang mendahului bukti saintifik. Kita membenarkan mukjizatnya walaupun tiada bukti saintifik.

Saintis Membuktikan Nabi Musa Membelah Laut

LAKARAN artis menunjukkan angin kuat dari timur telah menyebabkan air lagun (kiri) dan sungai (kanan) ‘berpusing’ dan membentuk dinding air dekat Laut Merah.BOULDER, Amerika Syarikat (AS) – Saintis-saintis di AS membuktikan kebenaran kisah Nabi Musa membelah laut seperti yang diceritakan dalam kitab suci al-Quran dan Injil, lapor sebuah akhbar semalam.

Satu kajian oleh sepasukan penyelidik yang diketuai saintis Carl Drews dari Pusat Penyelidikan Atmosfera Nasional di sini, mendapati fenomena itu tidak bercanggah dengan hukum fizik.

Kitab al-Quran menceritakan bahawa Nabi Musa membelah laut dengan menghentakkan tongkatnya ke tanah semasa baginda dan kaum Bani Israel terperangkap di antara pasukan tentera Firaun yang sedang mara dan laut di hadapan mereka.

Kumpulan saintis itu yang mengkaji beberapa peta kuno Delta Sungai Nil mendapati laut terbelah itu merujuk kepada sebuah lagun yang kini dikenali sebagai Tasik Tanis di selatan Laut Mediterranean dekat Laut Merah dan satu cawangan Sungai Nil.

Kini, dengan menggunakan simulasi komputer, saintis-saintis itu menunjukkan bahawa laut berkenaan terbelah dua melalui proses tiupan angin kencang yang dikenali sebagai angin timur bertiup selaju 100.8 kilometer sejam (km/j) selama 12 jam menyebabkan aliran air sungai dan lagun itu berpusing balik lalu membentuk seperti dinding air.

Satu model lautan komputer kemudian digunakan sebagai simulasi bagi melihat kesan angin yang bertiup semalamam ke atas air sedalam beberapa meter itu.

Selama empat jam, tiupan angin tersebut menghasilkan jambatan darat sepanjang 3.2 kilometer (km) dan selebar 4.8km.

Sejurus selepas angin timur reda, air lagun dan sungai itu kembali mengalir ke tempat asal seperti ombak tsunami.

Hasil kajian saintis berkenaan disiarkan di internet oleh Jurnal Public Library of Science ONE. – Agensi

*Sumber dari halimislam.blogspot.com

Sungai Eufrat, Gunung Emas, dan Hari Kiamat


Sungai Eufrat, Gunung Emas, dan Hari Kiamat

Rasulullah SAW bersabda,'' Hari Kiamat tak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan mendedahkan 'Gunung Emas' yang mendorong manusia berperang. 99 dari 100 orang akan tewas (dalam pertempuran), dan setiap dari mereka berkata, 'Mungkin aku satu-satunya yang akan tetap hidup'.'' (HR Bukhari).Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda,'' Sudah dekat suatu masa di mana sungai Eufrat akan menjadi surut airnya lalu ternampak perbendaharaan daripada emas, maka barang siapa yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun daripada harta itu.'' (HR Bukhari Muslim) .

Imam Bukhari juga meriwayatkan hadis lain, Rasulullah SAW bersabda,'' Segera Sungai Eufrat akan memperlihatkan kekayaan (gunung) emas, maka siapa pun yang ada pada waktu itu tidak akan dapat mengambil apa-apa darinya. Imam Abu Dawud juga meriwayatkan hadis yang sama. Dalam hadis itu, Rasulullah pernah bersabda, bahawa sungai yang mengalir di tiga negara besar, Turki, Syria, dan Iraq itu pada saatnya nanti akan mendedahkan harta karun yang besar berupa gunung emas. Selain itu, dalam kitab Al-Burhan fi `Alamat al-Mahdi Akhir az-Zaman, diungkapkan bahawa keringnya sungai Eufrat merupakan saat datangnya Al-Mahdi sebagai akhir zaman.Hadis di atas membicarakan tentang Sungai Eufrat. Dalam bahasa Arab dikenal dengan nama Al-Furat atau air yang segar.

Menurut Dr Syauqi Abu Khalil dalam Athlas Al-Hadith Al-Nabawi, Eufrat adalah sungai yang mengalir dari timur laut Turki.'' Sungai itu membelah pengunungan Toros, lalu melewati Syria di bandar Jarablus, melewati Iraq di bandar al-Bukmal, dan bertemu Sungai Tigris di Al-Qurnah yang bermuara di Teluk Arab,'' ujar Dr Syauqi. Panjang sungai itu mencapai 2.375 kilometer. Dua anak sungainya, yakni Al-balikh dan Al-Khabur sudah kering.                                                              

  ***

Pada saat Nabi Muhammad meramalkan masa depan Sungai Eufrat melalui sabdanya, wilayah subur di daerah mediterania itu masih dikuasai oleh dua kuasa besar, Parsi dan Byzantine. Sungai Eufrat adalah garis batas alami dari dua kerajaan tersebut.Selain berada di kawasan Syria dan Iran, kekuasaan Parsi ternyata juga merangkumi daerah Yaman hingga daerah disekitar Laut Merah. Sedangkan Byzantine merangkumi sebahagian Syria (bahagian utara) dan Turki hingga ke Eropah.Seiring perkembangan zaman, dengan kebangkitan Islam dan bersatunya daerah-daerah di Arab, dua kuasa besar itu mahu tidak mahu menjadi terpengaruh. Islam menjadi kekuatan baru dan mula menunjukkan taringnya pada masa Khalifah Abu Bakar.Gesekan pun mulai terjadi. Parsi mahupun Byzantine tidak boleh lagi menganggap enteng kekuatan negara Islam.

 Maharaja Parsi sempat menghantar pasukan untuk menyerang Madinah. Byzantine juga menyerang kawasan utara kekuasaan negara Islam, yang mengakibatkan terbunuhnya Jeneral Muslim, Zaid bin Haris.Pasukan Islam mulai menggenggam kemenangan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Saat itu, kekuatan negara Islam berada d iatas dua kerajaan besar yang sudah ada sebelumnya itu. Selama 10 tahun, pelbagai pencapaian dalam dunia tentera didapati.Pergerakan ke Syria, negara yang dilintasi Sungai Eufrat, bermula pada era Umar. Sebahagian daerah yang sebelumnya dikuasai oleh Bizantium akhirnya berjaya ditakluki kekuatan pasukan Muslim.Sementara itu, Parsi merasa bimbang. Mereka sudah kehilangan kekuatan pada kawasan perbatasn di sebelah barat Sungai Eufrat. Bebeberapa peperangan pun terjadi antara Kerajaan Parsi dan pasukan Muslim. Pada akhirnya, Parsi berjaya tunduk di bawah kekuasaan pemerintahan Islam.Wilayah itu kemudian menjadi salah satu bahagian penting bagi penyebaran agama dan peradaban Islam di seluruh dunia. Penaklukan terhadap Parsi inilah yang juga menandakan awal mula peradaban Islam di sisi sungai Eufrat.

            

Khalifah Umar bin Khattab kemudian membentuk wilayah-wilayah pentadbiran untuk memudahkan proses pemerintahan. Beberapa wilayah itu adalah Makkah, Madinah, Syuriah, Semenanjung (wilayah antara Sungai Tigris dan Eufrat di Iraq), Basrah, Khurasan, Azerbaizan, Parsi, dan Mesir. Setiap gabenor di tempatkan di daerah itu. Mereka bertanggung jawab pada sang Khalifah. Pada masa-masa inilah, agama Islam juga menjadi kuat di daerah-daerah tersebut. Berkat kepimpinan Umar, Islam sampai saat ini masih menjadi ideologi dan peradaban penting di kawasan sekitar Sungai Eufrat. Namun dalam perkembangannya, apa yang telah diramalkan oleh Nabi Muhammad sepertinya mulai muncul.Pelbagai polemik soal ketersediaan air dari sungai tersebut selalu mencuat di antara tiga negara yang dilaluinya. Pembangunan DAM selalu menjadi permasalahan bagi negara-negara tersebut.

Pembuatan DAM di Turki berpengaruh pada debit air yang mengalir di Syria.Pembuatan DAM di Syria akan mempengaruhi air yang sampai di Iraq. Walaupun belum sampai pada tahap peperangan, tetapi perdebatan soal air ini masih saja terjadi. Banyak orang mulai khuatir, bahawa ramalan Nabi Muhammad pada akhirnya menjadi kenyataan.Ramalan itu telah disebutkan dalam hadis di atas, yakni Sungai Eufrat menjadi kering dan terjadi peperangan setelahnya. Kebimbangan ini tampak dari banyaknya laman-laman yang mengungkap tanda-tanda akhir zaman berkaitan dengan keringnya sungai yang berakhir di Teluk Parsi itu.                          

Sumber : DetikIslam

Palestin peristiwa akhir zaman

Palestin peristiwa akhir zaman

Jika disebut kota suci ketiga setelah Mekah dan Madinah, maka dalam beberapa saat akan terlintas dalam benak kita bahawa yang dimaksudkan tiada lain kecuali Al-Quds. Benar, Al-Quds, atau Al-Aqsa, Palestin adalah kata yang tidak asing bagi majoriti kaum muslimin.

Al-Aqsa, atau Baitul Maqdis disebutkan dalam banyak riwayat hadis dan atsar. Tentang keagungan dan keutamaannya, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyebutkan bahawa Masjidil Aqsa adalah masjid tertua kedua di dunia. Masjidil Aqsa juga merupakan kiblat pertama kaum muslimin. Baitul Maqdis sendiri merupakan salah satu daripada tiga kota suci yang dianjurkan untuk diziarahi dengan niat ibadah. Tentang keutamaan solat di Baitul Maqdis, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyebutkan bahawa ia setara dengan 500 kali berbanding dengan masjid lain. Palestin sendiri termasuk wilayah yang didoakan agar mendapat berkat. Dan terakhir, Rasulullah pernah berkunjung ke Palestin dan solat di Masjidil Aqsa pada malam Isra '.

Secara geografi, Palestin mempunyai kedudukan yang sangat strategik di mata dunia antarabangsa. Tanah bukit Moria, sebuah dataran tinggi yang di atasnya berdiri Masjidil Aqsa dan Masjid Qubbatush Shahra, yang luasnya kurang dari 4 kali padang bola sepak, kini telah rebut lebih dari 3 juta umat manusia.
Di samping faktor geografi dan keutamaan lain, Palestin juga menyimpan banyak misteri di akhir zaman. Negara ini telah dikisahkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebagai negara yang paling unik. Realiti yang kita saksikan sehingga hari ini tentang Palestin merupakan gambaran kebenaran apa yang disabdakan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Pergolakan politik dan pertikaian serta konflik antara umat Islam dengan Yahudi sebenarnya telah diberitakan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Ini juga merupakan penjelasan dari nabi tentang Palestin di akhir zaman.

1. Palestin Akan Menjadi Bumi Ribath Sehingga Akhir Zaman

Mu'awiyah bin Abi Sufyan berkata, "Saya mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda," Akan sentiasa ada sekelompok umatku yang menegakkan agama Allah, orang-orang yang memusuhi mereka dan tidak mahu menyokong mereka sama sekali tidak akan mampu menimpakan bahaya terhadap mereka. Demikianlah keadaannya hingga akhirnya datang urusan Allah. "Malik bin Yakhamir menyahut: Mu'adz bin Jabal mengatakan bahawa mereka berada di Syam." Mu'awiyah berkata, "Lihatlah, ini Malik menyebutkan bahawa ia telah mendengar Mu'adz bin Jabal mengatakan bahawa kumpulan tersebut berada di Syam"

Tentang negeri Syam yang disebutkan dalam hadis di atas, riwayat di bawah ini menjelaskan bahawa negeri Syam yang dimaksudkan adalah Palestin. Hal itu sebagaimana yang disebutkan dari Abu Umamah, dia berkata: Rasulullahshalallahu alaihi wasallam bersabda, "Akan sentiasa ada sekelompok umatku yang berada di atas kebenaran, mengalahkan musuh-musuhnya, dan orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya terhadap mereka kecuali sedikit musibah semata. Demikianlah keadaannya hingga akhirnya datang urusan Allah. "" Wahai Rasulullah, di manakah kelompok tersebut? "Tanya para sahabat. "Mereka berada di Baitul Maqdis dan pelataran Baitul Maqdis."

Maka, pelbagai soalan yang terus menggelayuti benak setiap muslim; mengapa konflik di Palestin dan pertikaian antara umat Islam dan Yahudi tidak kunjung usai, barangkali bila dikesan dari sudut pandang takdir boleh dijawab dengan hadis ini. Sungguh, negeri Palestin tidak akan pernah sepi daripada peperangan antara kaum Muslimin dengan musuh-musuhnya. Dan, sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat di atas, musibah apa pun yang ditimpakan oleh musuh-musuh Islam terhadap kaum muslimin di Palestin, hal itu tidak memberikan mudarat kecuali sedikit musibah. Maknanya, bahawa sehebat apapun gempuran musuh yang ditimpakan terhadap umat Islam di Palestin, maka hal itu tidak akan pernah membuat komuniti di negeri itu lenyap. Ada semacam jaminan bahawa umat Islam di negeri itu akan tetap wujud. Dan jihad di negeri itu akan terus berlanjutan hingga ke akhir zaman hingga kaum muslimin berjaya mengalahkan Dajjal.

Riwayat di atas juga boleh jadi menjadi isyarat tentang mustahilnya bagi umat Islam untuk berhijrah meninggalkan Palestin secara total, sedahsyat apapun serangan musuh keatas mereka. Janji Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bahawa serangan musuh hanya akan menimpakan sedikit musibah atas mereka menjadi bisyarah (khabar gembira) bahawa negeri ini tidak akan pernah mampu ditawan oleh musuh. Pasti, akan selalu ada segelintir umat yang akan berjihad untuk mempertahankan negeri ini!

2. Palestin Akan Menjadi Bumi Hijrah di Akhir Zaman

Kisah lain yang juga menakjubkan adalah bahawa negeri Palestin ini akan menjadi bumi hijrah akhir zaman. Hal itu sebagaimana yang disebutkan dari Abdullah bin Amru bin Ash berkata: Saya mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Akan berlaku hijrah sesudah hijrah, maka sebaik-baik penduduk bumi adalah orang-orang yang mendiami tempat hijrah Ibrahim, lalu yang tinggal di muka bumi hanyalah orang-orang yang jahat. Bumi menolak mereka, Allah menganggap mereka kotor, dan api akan mengiringi mereka bersama para kera dan babi. "

Jika riwayat tersebut dikorelasikan dengan hadis lain yang menceritakan perjalanan Imam Mahdi dan kaum muslimin dalam memerangi musuh-musuhnya, maka boleh jadi nubuwat di atas terjadi di masa Al-Mahdi. Hal itu Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah riwayat, Rasulullah shalallahu alaihi wasallambersabda: "Allah memberitahu kepada Nabi Isa dengan firman-Nya," Tiada seorang pun yang mampu melawannya, karena itu bawalah hamba-hamba-Ku (yang baik-baik) ke gunung Thur. "Lalu Allah membangkitkan (mengutus) Ya'juj dan Ma'juj, mereka akan datang dari seluruh tempat yang tinggi.

Gunung Thur, sebagaimana yang terkandung dalam riwayat di atas merupakan sebahagian daripada negeri Syam, walaupun ia tidak berada tepat di dalam Palestin. Tetapi kawasan tersebut masih masuk dalam bahagian negeri hijrahnya nabi Ibrahim as. (Syam). Wallahu A'lam.

3. Palestin Akan Menjadi Tempat Tegaknya Khilafah di Akhir Zaman

Hal itu sebagaimana yang disebutkan dalam hadis Abdullah bin Hawalah Al-Azdi. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya, "Wahai Ibnu Hawalah, jika engkau melihat kekhilafahan telah turun di bumi Al-Maqdis (Baitul Maqdis, Palestin), maka itu petanda telah dekatnya berbagai goncangan, kegundah-gulanaan, dan peristiwa-peristiwa besar. Bagi umat manusia, kiamat lebih dekat kepada mereka daripada dekatnya telapak tangan kepada kepalamu ini. "

Jika merujuk pada riwayat yang menyebutkan penaklukkan kaum muslimin di akhir zaman, maka kemungkinan tegaknya khilafah di bumi Baitul Maqdis itu berlaku di zaman Al-Mahdi. Sebagaimana disebutkan dalam banyak riwayat, bahawa di masa Al-Mahdi kelak Dajjal akan dikalahkan, dan tempat terbunuhnya Dajjal sendiri berada di Bab Ludd-Palestin. Setelah terbunuhnya Dajjal di tangan Nabi Isa as, maka kaum muslimin terus memburu Yahudi di mana mereka bersembunyi. Setiap benda, baik pokok, batu mahupun yang lain akan bercakap dan memberitahu di mana Yahudi yang bersembunyi. Hanya satu jenis pokok yang akan diam dan melindungi Yahudi, iaitu pohon Gharqad, sesungguhnya ia termasuk salah satu dari pohon Yahudi.

4. Palestin Akan Menjadi Tempat bertahannya Iman di Akhir Zaman

Ada beberapa riwayat yang menjelaskan tentang hal ini:

Dari Salamah bin Nufail Al Kindi ia berkata, 'Saya duduk di sisi Nabi shalallahu alaihi wasallam, maka seorang lelaki berkata, "Ya Rasulullah, manusia telah meninggalkan kuda perang dan meletakkan senjata. Mereka mengatakan, "Tidak ada jihad lagi, perang telah selesai." Maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallammenghadapkan wajahnya dan besabda, "Mereka berdusta!!! Sekarang, sekarang, perang telah tiba. Akan sentiasa ada dari umatku, umat yang berperang di atas kebenaran. Allah menyesatkan hati-hati sebahagian manusia dan memberi rezeki umat tersebut dari hamba-hambanya yang tersesat (ghanimah). Begitulah sampai tegaknya kiamat, dan sampai datangya janji Allah. Kebaikan sentiasa tertambat dalam ubun-ubun kuda perang sampai hari kiamat. Dan Allah telah mewahyukan kepadaku bahawa aku akan diwafatkan. Aku tidak akan kekal di dunia ini, dan kamu akan saling menyusulku, sebahagian kamu memerangi sebahagian yang lain. Dan kampung halaman kaum beriman adalah Syam. "

Dari Abdullah bin Amru, ia berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah bersabda: "Sesungguhnya saya melihat seakan-akan tonggak Al-Kitab telah tercabut dari bawah bantalku. Maka aku mengikuti pemergiannya dengan pandangan mataku. Tiba-tiba muncul seberkas cahaya yang terang-benderang mengarah ke Syam. Ketahuilah, sesungguhnya iman pada saat terjadi pelbagai fitnah berada di Syam. "

5. Palestin Menjadi Salah Satu Tempat Berlindung Dari Dajjal

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah bersabda:

"Aku peringatkan kamu tentang Dajjal. Aku peringatkan kamu tentang Dajjal. Aku peringatkan kamu tentang Dajjal. Dia menetap di bumi selama empat puluh hari. Dia boleh mencapai setiap jengkal muka bumi kecuali empat masjid iaitu masjidil Haram, masjidi Madinah, masjid At-Thur dan Masjidil Aqsa. Dia tidak akan samar-samar lagi bagi kalian, kerana Rabb kalian tidaklah buta mata sebelah (sementara Dajjal buta sebelah matanya).

Sumber : DetikIslam

Penyesalan Orang-orang Kafir di Akhirat

Penyesalan Orang-orang Kafir di Akhirat

Di dunia ini banyak orang-orang yang kafir. Tak jarang mereka begitu bangga akan kekafirannya. Ada yang bangga menjadi atheist dan lantang menyatakan bahawa Tuhan itu tidak ada. Mereka anggap bodoh orang-orang yang percaya akan adanya Tuhan.

Ada pula yang walaupun mengaku beriman, namun mengingkari perintah Allah. Mereka justeru menghalang tegaknya syariat Islam. Menghalang tertegaknya hukum Allah. Sebaliknya mereka justeru menjadi pendukung sistem buatan manusia yang merupakan buatan dari kaum Judeo-Christian (Yahudi dan Nasrani).

Ada juga yang enggan mengerjakan solat, malas berpuasa, tidak mahu membayar zakat, atau tidak mau naik haji walaupun mampu. Padahal itu adalah kewajipan utama yang masuk dalam 5 rukun Islam.

Surat Al An'aam 25-31:

Kelak orang-orang seperti ini akan menyesal di akhirat nanti. Di bawah adalah ayat-ayat Al-Quran yang menggambarkan penyesalan mereka. Saat siksa neraka yang pedih akan menimpa mereka, ingin rasanya mereka kembali ke dunia dan mengerjakan segala perintah Allah.

ومنهم من يستمع إليك وجعلنا على قلوبهم أكنة أن يفقهوه وفي آذانهم وقرا وإن يروا كل آية لا يؤمنوا بها حتى إذا جاءوك يجادلونك يقول الذين كفروا إن هذا إلا أساطير الأولين

Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan) mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mahu beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: "Al-Quran ini tidak lain hanyalah cerita-cerita dongeng orang-orang dahulu".

وهم ينهون عنه وينأون عنه وإن يهلكون إلا أنفسهم وما يشعرون

Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Quran dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyedari.

ولو ترى إذ وقفوا على النار فقالوا يا ليتنا نرد ولا نكذب بآيات ربنا ونكون من المؤمنين

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman", (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).

بل بدا لهم ما كانوا يخفون من قبل ولو ردوا لعادوا لما نهوا عنه وإنهم لكاذبون

Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.

وقالوا إن هي إلا حياتنا الدنيا وما نحن بمبعوثين

Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): "Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia sahaja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan".

ولو ترى إذ وقفوا على ربهم قال أليس هذا بالحق قالوا بلى وربنا قال فذوقوا العذاب بما كنتم تكفرون

Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhan mereka (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: "Bukankah (kebangkitan) ini benar?" Mereka menjawab: "Sungguh benar, demi Tuhan kami". Berfirman Allah: "Kerana itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari (nya)".

قد خسر الذين كذبوا بلقاء الله حتى إذا جاءتهم الساعة بغتة قالوا يا حسرتنا على ما فرطنا فيها وهم يحملون أوزارهم على ظهورهم ألا ساء ما يزرون

Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila hari kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!", Sambil mereka memikul dosa-dosa mereka di atas belakang . Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu.

[Surah Al-An'aam 25-31]

Bagaimana mereka tidak menyesal mengingat kedahsyatan kiamat dan neraka itu amat dahsyat sehingga seorang ibu yang sedang menyusui anaknya sampai lupa pada anaknya:

"Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya. "[Al-Hajj 1-2]

Begitu mengerikan sehingga anak-anak rambutnya menjadi beruban:

"Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.
Langit (pun) menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana. "[Al-Muzzammil 17-18]

Pada Surat Al Fajr 17-26 dijelaskan bagaimana orang yang tidak memuliakan anak yatim, tak mau sedekah, dan korup akhirnya menyesal apabila diperlihatkan neraka yang begitu dahsyat dan mengerikan. Neraka itu untuk menyiksa dirinya:

"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang batil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.

dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

Dia berkata: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini."

Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya, dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

[Surah Al-Fajr 17-26]

Dia menyesal kerana mencintai harta benda dengan berlebihan dan ingin agar boleh kembali sehingga dapat bersedekah. Namun sia-sia. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna!

Surat Saba '31-33 menjelaskan bagaimana orang yang tidak beriman kepada Al-Quran akhirnya menyesal. Para penyesat dan orang yang disesatkan pun saling menyalahkan:

"Dan orang-orang kafir berkata:" Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al-Quran ini dan tidak (pula) kepada Kitab yang sebelumnya ". Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: "Kalau tidaklah kerana kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman ".

Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah: "Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa ".

Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: "(Tidak) sebenarnya tipu daya (mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu- sekutu bagi-Nya ". Kedua-dua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan Kami pasangkan belenggu-belenggu pada leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.

[Saba '31-33]

Pada surat Yunus 48-54, orang-orang kafir tidak percaya akan hari pembalasan. Bahkan minta disegerakan jika memang ada:

"Mereka mengatakan:" Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar? "

Katakanlah: "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah." Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).

Katakanlah: "Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu azab-Nya di waktu malam atau di siang hari, adakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga?"

Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kemudian itu kamu baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sebelum ini kamu selalu meminta supaya disegerakan?

Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim (musyrik) itu: "Rasakanlah azab yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan."

Dan mereka menanyakan kepadamu: "Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?" Katakanlah: "Ya, demi Tuhan-ku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak boleh luput (daripadanya)".

Dan kalau setiap diri yang zalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya.

[Yunus 48-54]

Saat seksa itu datang mereka menyesal. Bahkan bersedia menebus dengan segala yang ada.

Sumber: DetikIslam

Keadaan manusia pada zaman Dajjal

Pada zaman Dajjal nanti, setiap negeri yang didatangi Dajjal penduduknya bagaikan padi yang ada di dalam pengisar. Mereka lari kesana kemari kerana takut kepada Dajjal. Bagi keluarga mukmin mereka lebih senang berada di dalam rumah menjaga keluarganya agar tidak terpengaruh oleh tipu daya Dajjal. Sebab pada masa itu bukan sedikit kaum wanita yang menjadi pengikut Dajjal. Oleh kerana itu, orang lelaki mengikat keluarganya di dalam rumah agar tidak keluar. Mereka bimbang bila keluarganya keluar rumah akan mudah dipengaruhi Dajjal. Jika terpengaruh mengikuti Dajjal, bererti telah melakukan kekufuran dan kemusyrikan.

Zaman Dajjal adalah zaman fitnah yang besar, bukan sedikit orang yang beriman pada pagi dan kemudian pada petang hari menjadi kafir. Hal ini menunjukkan begitu hebatnya godaan fitnah yang melanda umat Islam. Pada saat itu, memegang agama seperti memegang bara api yang panas, bila dilepaskan dirinya akan menjadi mangsa Dajjal. Tetapi bila terus dipegang godaan dan fitnah yang dihadapinya sangatlah besar dan berat. Oleh kerana itu, apabila Dajjal datang ramai orang melarikan diri ke hutan-hutan dan ada ada yang melarikan diri ke gunung. Mereka melakukannya demi menyelamatkan diri dan akidahnya dari firnah Dajjal. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam suatu hadit Sahih:

( Saat itu ) manusia benar -benar melarikan diri dari Dajjal ke arah gunung. (HR. Muslim) .

Demikian keadaan manusia semasa kedatangan Dajjal , mereka lebih memilih menyelamatkan diri daripada menghadapinya. Sebab bila menghadapinya dikhuatiri dirinya tidak mampu menjaga akidah dan keselamatan jiwanya. Sebab Dajjal akan berbuat aniaya terhadap orang yang membangkang. Demikian juga dalam soal pemerintahan. Pemerintah-pemerintahan negara pada zaman Dajjal menjadi rosak dan tidak mengikut peraturan. Ini bukan bererti Dajjal ingin berkuasa dan menghancurkan satu persatu pemerintahan negera yang sudah kukuh dan baik. Akan tetapi perancangan Dajjal yang menyusup segenap negera dengan menyebarkan tipu daya dan fitnahnya .

Setiap negara yang dimasuki Dajjal akan diikuti oleh beribu-ribu orang bahkan mencapai jutaan orang, yang terdiri dari manusia dan juga syaitan yang menjelma manusia. Tujuannya tidak lain adalah menyesatkan umat manusia dan sekaligus menjauhkannya dari Allah Ta'ala. Apa lagi kepada orang -orang yang beriman, Dajjal dan syaitab tidak akan berhenti-henti mempengaruhinya dengan menyebarkan fitnah dan tipu daya. Oleh kerana itu, fitnah yang paling besar adalah fitnah pada zaman Dajjal.


Keadaan manusia pada zaman Dajjal

Adapun untuk menyelamatkan diri dari fitnah Dajjal adalah menetapi kesabaran. Membaca sepuluh ayat pertama dari surat Al- Kahfi, iaitu :

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hambanya Al -kitab ( Al -Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. Sebagai bimbingan yang lurus , untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang -orang yang beriman, yang mengerjakan amal soleh , bahawa meraka akan mendapat pembalasan yang baik. Mereka kekal di dalamnya untuk selama- lamanya. Dan untuk memperingatkan kepada orang -orang yang berkata " Allah mengambil seorang anak " . Mereka sekali -kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu , begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata- kata yang keluar dari mulut mereka, mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. Maka barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling , sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al -Qur'an ) . Sesungguhnya Kami menjadikan segala yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya , agar kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya. Dan sesungguhnya Kami benar- benar akan mejadikan ( pula0 apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus . Atau kamu mengira bahawa orang -orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda -tanda kekuasaan Kami yang menghairankan ? . ( ingatlah ) tatkala pemuda- pemuda itu mencari tempat berlindung dalam gua lalu mereka berdo'a: " Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)" . ( Al -Qur'an Surat al- Kahfi: 1 - 10).

Anjuran untuk membaca sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi adalah anjuran dari Rasulullah SAW, sebagai benteng untuk diri agar tidak diganggu dan terkena fitnah Dajjal. Sebab pada saat itu sukar sekali bagi seseorang boleh menyelamatkan diri dari fitnah Dajjal. Ini menunjukkan begitu kuat dan hebatnya fitnah yang disebarkan oleh Dajjal. Salah satu cara untuk menyelamatkan diri adalah membaca sekerap mungkin sepuluh ayat pertama dari surat Al -Kahfi. Sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW:

Barangsiapa di antara kamu yang (hidup sampai) mendapati dajjal, hendaklah dibaca permulaannya surat Al- Kahfi .... ( H.R. Muslim).

Penting: Bahwasanya seluruh peristiwa yang menyalahi adat yang dilakukan oleh Dajjal itu bukan kerana kuasa dajjal, melainkan kerana kekuasaan dan kehendak Allah untuk menguji kekuatan iman hamba Nya. Allah menciptakan Dajjal sebagai makhluk penggoda dan menyesatkan umat yang beriman. Jika hamba tadi benar-benar teguh imannya, dia tidak akan mudah goyah akidahnya walaupun dirinya disakiti, dianiaya, difitnah bahkan dibunuh. Dia tetap teguh memegang keimanannya dan ketaatannya kepada Allah ta'ala.

Segala kemampuan yang dimiliki oleh Dajjal itu bersifat Istidraj, bukan mukjizat atau bukan karamah. Sebab sudah jelas sekali kalau dajjal itu adalah Kafir yang menyesatkan,bukan nabi dan bukan orang yang soleh. Semua yang dilakukannya itu merupakan tipu muslihat belaka untuk menarik simpati orang lain agar mengikuti jejaknya yang sesat itu. Semoga Allah melindungi kita dari fitnah Dajjal.

*Diterjemahkan oleh Detik Islam dari sumber berita-darikubur.blogspot.com

Sebab pemain tengah Real Madrid ini masuk Islam

Sebab pemain tengah Real Madrid ini masuk Islam

Pemain Bola Sepak berasal dari Perancis, Julien Faubert yang juga merupakan pemain tengah Real Madrid mendedahkn alasan disebalik keputusannya memeluk Islam. Dia berkata bahawa hubungannya dengan rakan yang beragama Islam semasa remaja telah membawanya untuk mendalami dan mencari tentang agama ini, dan akhirnya dia memutuskan untuk masuk Islam setelah dia berasa dirinya selesa dengan Islam.Dia berkata, pada awalnya dia berasa kagum dengan keperibadian dan moral sebahagian besar rakan-rakannya yang beragama Islam yang tinggal di bandar Le Havre. Jelasnya lagi, moral rakan-rakannya itu membuatnya ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang kehidupan peribadi mereka.Pemain yang berkahwin dengan seorang wanita Islam berasal dari Algeria itu dalam wawancara dengan surat khabar Pernacis "L'Equipe", "saya akhirnya mendapati bahawa sumber keperibadian dan moral kawan-kawan saya itu yang menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan, dan inilah yang mendorong saya untuk mendalami agama ini dan mencari nilai-nilai etika yang sangat tinggi dan juga nilai-nilai toleransi. "Faubert menekankan bahawa kepelbagaian budaya telah memberikan sumbangan yang sangat penting dalam pemahaman agamanya, termasuk isterinya yang berbangsa Algeria yang telah memberikan sumbangan yang penting terhadap pengayaan maklumat mengenai agama Islam. 


Sumber : DetikIslam

Keunikan Air Zam-Zam

Keunikan Air Zam-Zam

Air Zam-zam berasal dari mata air Zamzam yang terletak di bawah tanah, sekitar 20 meter di sebelah Tenggara Ka'bah. Mata air atau Sumur ini mengeluarkan Air Zam-zam tanpa henti. Diamanatkan agar sewaktu minum air Zam-zam harus dengan tertib dan membaca niat. Setelah minum air Zam-zam kita menghadap Ka'bah. Sumur Zam-zam mempunyai riwayat yang tersendiri. Sejarahnya tidak dapat dipisahkan dengan isteri Nabi Ibrahim AS, yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail AS. Sewaktu Ismail dan Ibunya hanya berdua dan kehabisan air untuk minum, maka Siti Hajar pergi ke Bukit Safa dan Bukit Marwah sebanyak 7 kali. Namun tidak berhasil menemukan air setetespun karena tempat ini hanya merupakan lembah pasir dan bukit-bukit yang tandus dan tidak ada air dan belum didiami manusia selain Siti Hajar dan Ismail.


Penjelasan tentang sejarah ini adalah sebagai berikut: Saat Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar dan Ismail tiba di Makkah, mereka berhenti di bawah sebatang pohon yang kering. Tidak berapa lama kemudian Nabi Ibrahim AS meninggalkan mereka. Siti Hajar memperhatikan sikap suaminya yang mengherankan itu lalu bertanya;" Hendak ke manakah engkau Ibrahim, aampai hatikah engkau meninggalkan kami berdua di tempat yang sunyi dan tandus ini? " Pertanyaan itu berulang kali, tetapi Nabi Ibrahim tidak menjawab sepatah kata pun. Siti Hajar bertanya lagi, “Apakah ini memang perintah dari Allah?"

Barulah Nabi Ibrahim menjawab, "Ya." Mendengar jawaban suaminya yang singkat itu, Siti Hajar gembira dan hatinya tenteram. Ia percaya hidupnya tentu terjamin walaupun di tempat yang sunyi, tidak ada manusia dan tidak ada segala kemudahan. Sedangkan waktu itu, Nabi Ismail masih menyusu.


Selang beberapa hari, air yang dari Nabi Ibrahim habis. Siti Hajar berusaha mencari air di sekeliling sampai mendaki Bukit Safa dan Marwah berulang kali sehingga kali ketujuh (terakhir). Ketika sampai di Marwah, tiba-tiba terdengar oleh Siti Hajar suara yang mengejutkan, lalu ia menuju ke arah suara itu. Alangkah terkejutnya, bahwa suara itu ialah suara air memancar dari dalam tanah dengan derasnya. Air itu adalah air Zam-zam.
Air Zam-zam yang merupakan berkah dari Allah SWT, mempunyai keistimewaan dan keberkatan dengan izin Allah SWT, yang bisa menyembuhkan penyakit, menghilangkan dahaga serta mengenyangkan perut yang lapar. Keistimewaan dan keberkatan itu disebutkan pada hadits Nabi, "Dari Ibnu Abbas r. A., Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik air di muka bumi ialah air Zamzam. Air Zamzam merupakan makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit.

Sumber : DetikIslam